Ertuğrul 125 Years

 
Di ambil dari kisah nyata,
 
Pada tahun 1890, Kebaikan Dr. Tamura’s dalam merawat pasiennya membuatnya mendapatkan kepercayaan masyarakat Kashino, sebuah desa miskin di Pulau Kii-Oshima, Prefektur Wakayama (sekarang adalah bagian dari Kotamadya Kushimoto). Haru yang menjadi asistennya masih berdiam diri setelah mengalami syok bahwa kekasih tunangannya hilang tenggelam.
 
 
Pada Bulan September Tahun 1890, kapal Kekhalifahan Usmani Ertuğrul, sedang dalam perjalanan pulang setelah membalas kunjungan kehormatan Kekaisaran Jepang, kandas terkena badai yang menghancurkannya diperairan Pasifik dekat Tanjung Kashino. Mendengar bunyi peringatan bahwa Kapal Ertuğrul sedang kesusahan penduduk desa segera berlarian ke pantai yang kemudian dihadapkan dengan tontonan mengerikan dari mayat yang bergelimpangan dan pemandangan manusia yang sedang sekarat. Penduduk desa kemudian menyelamatkan yang bisa di selamatkan, sementara Tamura and Haru merewat orang-orang yang terluka.
 
Mustafa, 2nd Engineering Officer berhenti bernafas tetapi Haru mencoba segala cara untuk mengobatinya. Keesokan harinya, ternyata ada 69 kru kapal selamat dari 618 kru Kapal Ertuğrul. Merasa bersalah bahwa dia (mustafa) telah diselamatkan sementara banyak yang lain tidak, Mustafa mengamuk membuang barang-barang tak berguna. Tamura, satu-satunya penduduk desa yang bisa berbasa Inggris, menanggung beban kemarahan Mustafa, dan akhirnya menunjukkan kepadanya bagaimana penduduk desa dengan hati-hati membersihkan dan memoles barang-barang pribadi mereka yang telah diselamatkan dari kecelakaan sehingga Mustafa dapat membawa mereka kembali kepada keluarganya. Mustafa sangat tersentuh oleh kebaikan penduduk Jepang yang dilihatnya.
 
125 Tahun kemudian
Tahun 1985, selamat perang Irak-Iran, seorang pejabat Kedutaan Turki di Iran yang bernama Murat menemui Harumi, seorang guru di Sekolah Jepang di Iran, dalam sebuah serangan bom di Teheran. Saddam Hussein, pemimpin Irak waktu itu, mendeklarasikan bahwa dalam 48 jam angkatan udara Irak akan menembak jatuh semua pesawat terbang di atas udara Iran. Duta Besar Jepang untuk Iran Nomura meminta penerbangan penyelamat dari Jepang, tetapi respon yang cepat tidaklah memungkinkan saat itu. Sementara pesawat penyelamat dari berbagai negara datang, hanya orang-orang Jepang yang masih tertahan. Kimura, seorang insinyur otomotif yang bekerja di Teheran, telah menyerah untuk menyelamatkan diri dan keluarganya. Harumi, sangat ingin menyelamatkan murid-muridnya kemudian membujuk Nomura untuk meminta Duta Besar Turki agar di izinkan naik pesawat Turki. Ozal, Perdana Menteri Turki waktu itu setuju, meskipun bandara di Teheran dipenuhi oleh bukan hanya warga Jepang yang ingin pulang melainkan warga Turki juga masih tertahan. Kimura dan warga Jepang lainnya telah melakukan semuanya, namun ketika hampir menyerah berusaha, Murat mulai berbicara tentang kebaikan penduduk Jepang yang pernah diperlihatkan kepada Turki 125 tahun yang lampau ketika pelaut Turki terdampar di wilayah Jepang..

(4056)

About The Author
- "Perjuangan Milik Kita, Kemenangan Milik Allah"

8 Comments

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>